MANAJEMEN RISIKO

 

Berikut ini adalah risiko-risiko usaha yang dihadapi Perseroan dan manajemen risiko yang dilakukan oleh Perseroan sebagai usaha mitigasi risiko-risiko tersebut:

 

 

Risiko Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

 

Apabila pertumbuhan ekonomi melambat atau stagnan, maka akan terjadi penurunan investasi ke dalam negeri yang biasanya dapat memberikan dampak kepada Perseroan jika diikuti dengan penurunan pembangunan perkantoran, perumahan, hotel dan apartemen. Jika hal ini terjadi, maka akan terjadi penurunan permintaan    produk    interior    dan    furnitur    yang    akan mempengaruhi penjualan Perseroan. Perseroan mengantisipasi hal tersebut dengan mengembangkan segmen pasar sasaran dan juga memperluas wilayah yang tadinya hanya fokus di wilayah Jabodetabek, ke wilayah Jawa, Bali, lalu ke kota-kota besar lain di Indonesia.

 

 

Risiko Tingkat Suku Bunga dan Mata Uang Asing

 

Risiko yang timbul karena perubahan tingkat suku bunga dan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing yang signifikan dan dalam waktu singkat serta dapat meningkatkan harga bahan baku, dan biaya modal atau biaya pinjaman.

 

Perseroan mengelola risiko ini dengan menjual produk barang dan jasa dengan harga yang tidak hanya berdasarkan biaya dan marjin keuntungan, tetapi telah memasukkan faktor persaingan, positioning dan risiko perubahan nilai tukar melalui kebijakan harga berindeks mata uang asing (USD), walaupun tetap menjual dalam mata uang Rupiah sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

 

Pembahasan lebih rinci tentang pengelolaan risiko tingkat suku bunga dan mata uang asing dapat dilihat dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang telah diaudit yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam laporan tahunan ini.

 

 

Risiko Kredit

 

Risiko kredit adalah risiko sehubungan dengan pengelolaan piutang usaha. Perseroan melakukan pengawasan kolektibilitas piutang usaha sehingga dapat diterima penagihannya secara tepat waktu dan juga melakukan penelaahan atas masing-masing piutang pelanggan secara berkala untuk menilai potensi timbulnya kegagalan penagihan dan membentuk pencadangan berdasarkan hasil penelaahan tersebut.

 

Pembahasan lebih rinci tentang pengelolaan risiko kredit dapat dilihat dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang telah diaudit yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam laporan tahunan ini.

 

 

Risiko Likuiditas

 

Risiko likuiditas timbul apabila Perseroan menemukan kesulitan dalam mewujudkan asetnya atau mengumpulkan dana untuk memenuhi komitmen terkait dengan liabilitas keuangannya.

 

Perseroan mengelola likuiditas dengan membuat rencana penerimaan dan pengeluaran dalam bentuk perencanaan arus kas secara periodik dan melakukan monitoring atas realisasinya. Perseroan menempatkan kelebihan atas kas dalam instrumen keuangan dengan risiko yang rendah namun memberikan imbal hasil yang memadai pada lembaga - lembaga keuangan yang memiliki    kredibilitas    dan    rating    yang    dapat dipertanggung jawabkan.

 

Pembahasan lebih rinci tentang pengelolaan risiko likuiditas dapat dilihat dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang telah diaudit yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam laporan tahunan ini.

 

 

Risiko Persaingan Usaha

 

Sebagai salah satu industri yang paling kompetitif, kompetisi dalam industri interior dan furnitur sendiri saat ini semakin ketat dengan harga-harga yang sangat kompetitif. Ditambah lagi dengan kemunculan para pemain baru terutama tantangan asing sehubungan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

 

Perseroan menjawab tantangan tersebut dengan melakukan strategi “Total Solution” yang dapat memberikan layanan yang lengkap dengan harga kompetitif kepada pelanggan.

 

 

Risiko Ketidakpuasan Klien

 

Pengerjaan sebuah proyek interior adalah suatu proses yang kompleks karena melibatkan beberapa pihak mulai dari klien, manajer konstruksi, desainer, sampai kontraktor dan supplier. Banyaknya pihak yang terlibat terkadang menimbulkan masalah selama proses pekerjaan berlangsung. Apabila hal ini menimbulkan ketidakpuasan klien, maka kolektibilitas tagihan akan terpengaruh. Perseroan mengantisipasi risiko ketidakpuasan pelanggan dengan menerapkan Total Quality Management di samping penerapan ISO-9001 dan OHSAS. Mulai kuartal 4 tahun 2012 ini Perseroan telah menerapkan ERP (Enterprise Resource Planning) System SAP yang diyakini akan meningkatkan kepuasan pelanggan dari sisi kualitas, biaya atau harga, pengiriman dan keamanan dari produk dan layanan Perseroan.